Labuang Nipayya, Cantik Lautnya, Enak Ikannya

written by : selayar
14 November, 2013

Labuang Nipayya Selayar Dotcom

Labuang Nipayya namanya. Berjarak terdekat sebagai pantai penyeberangan ke Pulau Pasi di Ujung Utara Pulau Selayar. Akses menuju Labuang Nipayya, melalui sebuah jalan yang tidak bisa digolongkan terawat. Dari Kampung Bau Bonelohe jaraknya sekitar 1 sampai 2 km.

Bagi penduduk Pulau Pasi, Labuang Nipayya sudah akrab dari zaman nenek moyang. Ada yang menggunakan daerah tersebut sebagai lahan beternak kambing, ada yang memanfaatkannya sebagai kebun jagung, dan dari dulu pinggir pantainya sering dijadikan tempat memasang perangkap ikan nelayan tradisional bernama bila.

Yang tak kalah pentingnya, pantai ini selalu dijadikan pantai penyeberangan ke Pulau Pasi. Penduduk Pulau Pasi yang butuh menyebrang ke kampungnya tinggal menjangkau pantai tersebut, dan dari situ mereka menaikkan bendera sebagai kode agar dijemput pakai kapal motor oleh penduduk setempat. Dan tatkala kelihatan ada bendera yang terpasang, dengan serta merta penduduk pulau saling memberi informasi dan seterusnya memacu kapal motor mereka ke pantai Labuang Nipayya tersebut.

Laut daerah tersebut merupakan pintu perputaran air laut dari barat ke timur maupun sebaliknya. Hal ini yang membuatnya kaya akan biota-biota laut. Alhasil, komunitas ikan-ikan pun bisa digolongkan berlimpah di daerah tersebut. Bukan hanya itu, air lautnya yang jernih serta kadar garamnya yang tinggi menjadikan ikan-ikan hasil tangkapan sekitar lokasi tersebut setingkat dua tingkat lebih enak dibanding di tempat lain. Bahkan bila kita lama baru merasakan ikan hasil tangkapan daerah tersebut, akan terasa daging ikan agak sedikit manis.

Baru-baru ini, salah seorang anggota komunitas Selayar Dotcom yang bermukim di Jakarta, menyempatkan diri pesta ikan di pantai Labuang Nipayya. Hanya ada satu kata yang bisa terucap dari rekreasi beliau di tempat tersebut, “Assipa’na!“. “Sungguh nikmat!”, demikian kira-kira bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Menikmati ikan segar, sembari menyeruput jus kelapa di bawah pohon, sembari memandangi beningnya laut. Sesekali ada kapal yang melintas perlahan, menambah kayanya pemandangan laut di daerah tersebut. Teriknya mentari, mampu ditepis oleh hembusan angin yang bertiup sepoi-sepoi…., sebuah suasana yang hampir tidak bisa dinikmati di daerah-daerah wisata pantai di belahan bumi manapun.

“Kekurangannya, tidak ada fasilitas apapun disana”, ujar Jamz menceritakan pengalamannya pesta ikan di Labuang Nipayya. Wajar…, karena di daerah tersebut hanya ada sebuah gubuk penduduk setempat, yang sebetulnya itupun gubuk tempat mereka menjaga kebun mereka. Air bersih pun tidak ada, sehingga bila berkunjung ke daerah tersebut, harus membawa sendiri air bersih, minimal untuk minum, dikarenakan panasnya daerah tersebut menjadikan tenggorokan rajin minta disiram dengan air minum.

Kalau saja perkembangan daerah tersebut semakin maju, sudah hampir pasti Labuang Nipayya patut dijadikan sasaran untuk mengembangkannya menjadi daerah resort. Letaknya yang tidak jauh dari dermaga Fery Pamatata, serta berseberangan langsung dengan Pulau Pasi yang terkenal tingkat kemakmuran penduduknya di atas rata-rata desa-desa lain di Kabupaten Selayar, semakin menambah peluang tersebut. Sehingga, tidak berlebihan kalau seumpama dicanangkan daerah wisata kuliner ikan, maka Labuang Nipayya lah tempat yang paling pas untuk hal tersebut.

Gambar Lain:

Ket: Gambar-gambar oleh Jamz, Selayar Dotcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *