Jagung Berkeris PDF Print E-mail
Written by Sharben - Selayar Dotcom   
Monday, 20 October 2008 07:10
Sudah menjadi tradisi di Selayar apabila masa panen raya, para
masyarakat petani mengundang sanak keluarga untuk bersama-sama
menikmati hasil panennya. Tradisi ini juga dilakukan oleh Daeng Baso
yang mempunyai kebun jagung yang tak lama lagi siap panen.

Daeng Baso : Oh…Bunga (nama anaknya), Mae saiko ri Dato' Intang mu ampa sengkako ri Benteng. Kalakua kalimu i Udin, rie'i bede' battu ri mangkasara.
Bunga : Apa lakupau bapak..na battua konjo mange.!??
Daeng Baso : Mukua…naungki ri kampong a'tunu-tunu batara minggu riboko.
Bunga : Iyo'…la kupabattu juai.

Setelah Bunga tiba di Benteng, dia mampir ke rumah Neneknya yang
bernama Daeng Intang tersebut sesuai pesan ayahnya. Neneknya ini sudah
30 tahun menetap di Makassar, jadi setiap berkomunikasi dengan sanak
keluarganya terkadang menggunakan bahasa Indonesia khas Makassar
dicampur bahasa Selayar.

Bunga : Dato' Intang.. ada pesanna bapakku, katanya minggu depan kita ke kampung bakar-bakar jagung di kebun.
Daeng Intang : Terimakasih Bunga. Memang waktu mauka' kesini, sepupumu Udin bilang kalau bapakmu tanam jagung.
Bunga : Iye', tidak banyakji…Dato' Intang, cuma buat di makan-makan saja.
Daeng Intang : Itumi saya bilang sama Udin kalau jagung bapakmu sudah berkeris, baruka' ke Selayar.
Bunga : Haah…??? Hi..hii.hi..iii
Daeng Intang : Kenapako Bunga…na gegeko…?!!
Bunga : Ditte..a'pau sumpade jagung berkeris….apa battuanna..???
Daeng Intang : To Silajaranni lakua a'selemu bataranjo.
Bunga : Oooh…??!!** hee…he….heee…

Comments (1)

Last Updated ( Thursday, 30 October 2008 06:57 )