Boja Kale PDF Print E-mail
Written by Sharben Selayar Dotcom   
Friday, 10 October 2008 23:13

Daeng Jarre bersama istrinya Daeng Sitti berkeliling ke rumah tetangganya bermaksud untuk mengundang mereka pada pesta perkawinan anaknya bulan depan.

Setelah dipersilahkan duduk oleh tuan rumah bernama Pak Jamal bersama istrinya yang berasal dari Kalimantan dan baru tiga bulan pindah ke Selayar, Daeng Sitti kemudian mengungkapkan maksud kedatangan mereka tersebut.

Daeng Sitti : Inni battukang mae, ka i ditte jua ta kellai mange ri sapo tanggala ruampulo tuju bulang riboko..pak…bu…

Pak Jamal : Maaf Bu sebelumnya, saya sama sekali tidak mengerti apa maksud Ibu tadi, jadi kalau bisa pakai bahasa Indonesia saja.

Ibu Jamal : Iya..Bu, kami mohon maaf karena belum bisa pakai bahasa Selayar.

Daeng Sitti : I dittemo ripaui Daeng Jarre…ka nakke malla'a barang sala paua sinampe…na gege kale-kalei toyya.

Daeng Jarre : Iya, biarlah saya berbicara. Begini Pak..Bu.. kami ini datang mencari diri bapak dan ibu sendiri, kalau bisa ke rumah tanggal dua pulu tuju bulan depang karna anak kami si Hasna mau kawin.

Daeng Sitti : Iye…Pak, cepat-cepatki datang sebelum acarana karna mauki di pasang Panitia. Nantipi sudah habis perbuatan baruki' pulang.

Pak Jamal dan istrinya hanya senyum-senyum saja, karena khawatir tamunya tersinggung maka langsung dijawab oleh :

Ibu Jamal : Terimakasih Pak…Bu…Insya Allah kami nanti akan datang ke rumah.

Pak Jamal : Iya…saya juga ucapkan terimakasih atas perhatian Pak Jarre dan Ibu kepada kami.

Daeng Sitti : Sama-sama pak…sama-sama bu…

Daeng Jarre : Saya juga pak…bu…kalau begitu kami mau permisi dulu..

Pak Jamal : Iya Pak, sampai ketemu nanti..terimakasih.

Daeng Jarre : Iya pak..terimakasih kembali.

Tak lama setelah Daeng Jarre dan Daeng Sitti pulang, Pak Jamal dan istrinya tertawa tetapi agak tertahan dan juga mereka masih bingung dengan ucapan Daeng Sitti yang mengatakan bahwa "Nantipi sudah habis perbuatan baruki' pulang" yang maksud sebenarnya dalam bahasa Selayar yaitu "Maing ngaseppi bua' injo ampaki muliang".

Comments (0)

Last Updated ( Saturday, 25 October 2008 23:20 )