| Mayat Tak Dikenal |
|
|
|
| Written by Sharben - Selayar Dotcom |
| Tuesday, 09 December 2008 07:19 |
|
Tak lama kemudian ada bau yang menyengat berasal dari perahu tersebut sehingga beberapa warga memberanikan diri untuk mendekat dan memastikan sumber bau yang tak sedap itu. Alangkah kagetnya mereka setelah melihat sesosok mayat dengan posisi terlentang di pinggir perahu dan kepala terjulur keluar serta kondisinya sudah mengenaskan. Mereka segera melapor ke Kepala Desa Bontolebang yang saat itu berada ditempat dan meminta agar penemuan mayat korban tak dikenal tersebut segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib melalui telepon genggam, karena lokasi tempat ditemukan mayat tersebut merupakan sebuah pulau di sebelah barat pulau Selayar dan akses tunggal untuk menuju kesana harus menggunakan perahu yang ditempuh selama kurang lebih 15 menit dari Pelabuhan Rauf Rahman di Benteng Ibukota Kab. Kepulauan Selayar. Pukul 16.00 wita setelah menerima laporan dari Kepala Desa Bontolebang dan masyarakat setempat termasuk beberapa warga yang menemukan mayat tak dikenal tersebut maka pihak Kepolisian Resort Kab. Kepulauan Selayar, BASARNAS Kab. Kepulauan Selayar dan Tim SAR Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Kepulauan Selayar segera merespon dan mengutus para anggotanya ke lokasi kejadian. Setelah tim gabungan ini tiba di lokasi TKP, mereka melihat sudah banyak kerumunan warga masyarakat desa tersebut yang menyaksikan penemuan mayat yang tak dikenal itu. Tim gabungan ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polres Kab. Kepulauan Selayar segera mengambil kesimpulan bahwa salah satu cara tercepat untuk mengevakuasi korban adalah dengan menarik perahu sekaligus korban yang sudah menjadi mayat yang ada didalamnya ke pelabuhan Abdul Rauf Rahman di Benteng mengingat kondisi korban dan cuaca yang saat itu sedang mendung. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit dari TKP ke pelabuhan dimaksud, disana sudah ada menunggu sebuah mobil ambulance milik DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kab. Kepulauan Selayar yang disiapkan untuk fasilitas sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kepedulian dan pertolongan bagi warga masyarakat Kab. Kepulauan Selayar. Karena keadaan dan posisi pelabuhan yang relatif tinggi untuk perahu sejenis jolloro ini dan keadaan korban yang sudah mulai membusuk, maka diputuskan untuk segera mengganti haluan menuju tepi pantai yang berada sebelah utara pelabuhan Rauf Rahman untuk memudahkan pemindahan korban yang telah berada dalam kantong mayat ke mobil ambulance. Setelah korban berhasil dipindahkan, mobil ambulance segera berangkat menuju RSU Kab. Kepulauan Selayar dikawal oleh mobil patroli dari Kepolisian Resort Kab. Kepulauan Selayar. Tiba di rumah sakit, Tim medis pihak RSU Kab. Kepulauan Selayar sudah menyiapkan ruangan dan memberikan visum lengkap sebagai prosedur resmi serta sebagai bukti-bukti untuk bahan penyidikan lebih lanjut. Tim medis yang didampingi Kanit Reskrim Polres Kab. Kepulauan Selayar dan Tim gabungan yang ikut serta ke RSU memeriksa kondisi korban sekaligus mengedintifikasi karena saat korban ditemukan tidak ada identitas yang bisa dijadikan sebagai bukti untuk dimasukkan dalam daftar pencarian orang hilang. Adapun ciri-ciri fisik korban (tampak dalam foto) adalah seorang pria, umur sekitar 40 tahun, tinggi 160 cm, kulit sawo matang, rambut hitam ikal. Waktu kami mengambil gambar tersebut di kamar mayat RSU, korban sudah dalam keadaan tidak memakai baju dan hanya memakai celana panjang sejenis training sport berwarna hitam bergaris putih serta memakai celana dalam berwarna merah muda (pink). Kemudian informasi lain bahwa diatas perahu tersebut terdapat beberapa ekor ikan yang sudah mengering hasil dari korban saat memancing di laut, sehingga pihak berwenang dalam hal ini Kanit Reskrim Polres Kab. Kepulauan Selayar hanya bisa memberikan keterangan sebagai dugaan sementara bahwa kejadian ini akibat kerusakan teknis yaitu mesin perahu rusak dan bekal persediaan korban habis yang mengakibatkan korban meninggal tanpa ada yang mengetahuinya karena korban hanya sendiri dalam perahu yang ditumpanginya dan hanyut terbawa arus dan gelombang di laut lepas serta dari kondisi fisik korban yang diperkirakan sudah meninggal 7 hari sebelum ditemukan. Setelah tim medis, Kanit Reskrim Polres Kab. Kepulauan Selayar dan tim gabungan selesai mengidentitikasi korban, Kepala Kantor Sosial dan Kepala Kantor Kansiman PK mewakili Pemerintah Kab. Kepulauan Selayar datang ke RSU untuk melihat korban yang sudah menjadi mayat tersebut untuk selanjutnya akan diproses sesuai ajaran Islam dan adat kebiasaan setempat karena penduduk yang ada di Kab. Kepulauan Selayar mayoritas beragama Islam. Pukul 19.30 korban dibawa ke Masjid Baitul Makmur di Lingk. Lango-Lango Kel. Benteng, Kab. Kepulauan Selayar untuk di kafani dan di sholatkan. Setelah meminta pertimbangan dari beberapa pihak termasuk Ustadz H. Syaiful Arif, SH yang juga adalah Asisten I Tata Praja Setda Kab. Kepulauan Selayar yang menanyakan apakah mayat tersebut perlu dimandikan terlebih dahulu dan H. Syaiful Arif, SH memberikan jawaban bahwa tidak perlu dimandikan karena kondisi mayat yang dikhawatirkan akan berdampak lebih buruk. Untuk itu dikafani saja lalu disholatkan karena waktu sudah semakin larut. P ukul 21.00 mayat korban tak dikenal ini dimasukkan dalam peti yang telah dipesan satu jam sebelumnya di kafani dan di sholatkan di teras Masjid Baitul Makmur. Kemudian peti berisi mayat korban tak dikenal dimakamkan di pekuburan Islam Lango-Lango sebagai tempat pembaringannya yang terakhir dan disaksikan Pihak Kepolisian Resort Kab. Kepulauan Selayar, tim gabungan serta pihak dari Pemerintah Kab. Kepulauan Selayar. Sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pun yang melaporkan bahwa ada anggota keluarganya yang hilang. Untuk informasi selanjutnya bagi mereka yang merasa yakin bahwa korban tersebut adalah anggota keluarganya sesuai ciri-ciri yang telah disebutkan diatas, silahkan menghubungi Kantor Kepolisian Resort Kab. Kepulauan Selayar dan Pemerintah Kab. Kepulauan Selayar. Comments (0) |
| Last Updated ( Friday, 30 January 2009 11:54 ) |




