Hasnah Dg Ta’nang, Berkeliling Membawa Sayuran

written by : selayar
17 January, 2013

hasnah_pedagang_sayuran_keliling_20081114_1325341127Ada hal yang sedikit hal janggal di tengah ketertinggalan ekonomi masyarakat kepulauan Selayar. Sejak dekade-dekade terakhir, warga luar daerah semakin deras berdatangan mengadu nasib di tanah gersang ini, tanpa bisa dibendung. Artinya, ada peluang ekonomi yang menggiurkan.

Tidaklah mengherankan bila di tengah-tengah kita berinteraksi di masyarakat Selayar, khususnya kota Benteng, kadang muncul logat percakapan Bahasa Selayar yang kedengaran aneh. Sebuah pemandangan yang susah kita jumpai minimal 20 tahun-an yang lalu. Tidak jarang kita menjumpai pemilik kedai tertentu yang orang pendatang. Tukang becak pun sudah banyak yang memakai bahasa Selayar berlogat. Masyarakat Selayar semakin heterogen.
Lalu sampai sejauh mana warga pendatang mengisi urat-urat kehidupan masyarakat Selayar? Data empiris tentang hal itu tidak bisa kami dapatkan. Namun sebagai bahan illustrasi, pedagang sayur pun sudah mulai di-kavling oleh pendatang.

Salah seorang sosok pedagang sayuran yang merupakan warga pendatang adalah Hasnah Dg. Ta’nang. Dengan sepedanya, Hasnah, yang berasal dari Kabupaten Takalar ini tiap hari berkeliling kota Benteng menawarkan sayuran dan buah-buahan dagangannya. Semangatnya yang besar untuk berjuang mengarungi hidup, seakan tergambar dari raungan suaranya sembari mendorong sepeda yang hampir tidak kelihatan oleh barang dagangan tersebut, “Sayuuuuuurrr…. sayuuuuurrrrr…… Sayur…. sambalu'”

hasnah__pelanggannya_20081114_1295155568Wanita berusia 45 tahun ini sudah menekuni pekerjaannya selama 7 tahun. Sebagai pedagang sayur keliling, beliau sudah bisa dikategorikan sebagai golongan senior. Semua beliau lakoni dengan segala keceriaan yang tergambar dari senyum manisnya yang selalu merekah menghadapi setiap pelanggan yang membeli barang dagangannya.

Hasnah Dg. Ta’nang, adalah salah satu sosok warga pendatang yang berkiprah di tengah kehidupan warga Selayar. Setinggi apapun usahanya untuk berbahasa Selayar native, tetap ketahuan kalau dia bukanlah asli orang Selayar, dari logat bicaranya. Walaupun dengan bahasa Selayar aneh, tetap enjoy menjalankan kegiatan kesehariaannya. Dialah Hasnah Dg. Ta’nang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *